Hari ke-8 : The Ride

“Yuk!”

GYUT!

Hah! kebiasaan anak satu ga pernah berubah, selalu saja mencubit pinggangku jika sudah duduk di jok belakang motorku.

“Kebiasaan banget sih lu” sungutku sambil memencet tombol starter lalu menjalankan motorku

“Ahaha biariin, suka-suka gueee” katanya sambil terus mencubit-cubit pinggangku sampai aku bergerak terus membuat motor jadi agak sedikit goyang “aaaaa!” Teriaknya saat motor yang kukendarai bergoyang ke kiri agak keras, tangannya mencengkram erat kemeja abu-abu yang kukenakan

“Udah gw bilang jangan cubit-cubit ga denger sih, jadi goyangkan, neng..” Aku menggantungkan kalimatku… Haruskah kukatakan ? “Daripada cubit-cubit mending…” Aku ragu-ragu, apa yang akan dipikirkannya begitu dia mendengarnya nanti ?

“Mending apaaan?” Tanya nya penasaran. Masih meremas kemejaku

“…mending peluk gw” that’s it. Aku sudah mengatakannya. Mampuslah aku jika dia menolak lalu aku dianggap mesum.

“Yee maunya lo!” Serunya sambil mencubit lagi pinggangku

Ah ditolak ya.. Tapi duduk sedekat ini dengannya pun aku sudah senang, jadi biarlah dia tidak memelu..

Syut..

…Dia memelukku. Sepasang tangan melingkari di perutku dan kepalanya bersandar di punggungku.

“Seneng?” Tanya dia pelan

“Banget” jawabku cepat

Ah.. Matahari tak pernah secerah ini sebelumnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s