Hari ke-18 : Langit Malam

Wahai langit malam, jadikanlah aku mimpi yang menghiasi di setiap tidurnya, meskipun ketika pagi datang, aku akan terlupa

Wahai langit malam, jadikan lah aku angin sepoi sepoi ketika dia terlelah, meskipun aku tau aku hanya akan jadi angin lalu

Wahai langit malam, jadikan lah aku segelas minuman hangat untuk menghangat dia ketika hujan datang, meskipun aku tau aku akan segera habis dan terlupakan

Wahai langit malam, jadikan lah aku bintang agar aku bisa menatapnya ketika dia melihatmu, meskipun aku tau aku mungkin tak terlihat karena cahaya sang bulan

Wahai langit malam, jadikan lah aku debu dibawah cerminnya,agar aku selalu bisa melihat senyumnya walau itu tak pernah untukku..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s