Monthly Archives: August 2013

The Labours of Hernandez – prologue –

Matahari bersinar terang di langit biru cerah, awan-awan beringingan pelan bergerak mengikuti arah angin yang berhembus lembut. Angin itu juga lah yang meniup rambut segerombolan pria berseragam sekolah yang tengah berkumpul di sebuah lapangan, membentuk lingkaran besar mengelilingi tontonan di depan mata mereka. Para penonton ini terdiam, menahan nafas melihat apa yang saksikan. Dua orang pria yang juga berseragam saling bertukar pukulan, tendangan atau bahkan hantaman kepala.

“Heaaahh!!” Teriak salah satu dari mereka sambil melayangkan kepalan tangan kanannya. Pemuda itu memiliki tubuh yang besar, gendut seperti babi pemalas, dengan kepala botak, kulit berwarna hitam dan wajah yang tidak bisa dibilang tampan, dia terlihat seperti jin. Tidak heran jika teman-temannya memanggilnya Toma yang diambil dari jin tomang.

Sementara itu target pukulan Toma, pemuda yang berbadan jauh lebih kecil darinya, bergerak menghindar ke arah kiri dan disaat yang bersamaan mengarahkan tinjunya mulut Toma. Sebuah pukulan balasan yang cepat membuat Toma tidak sempat bereaksi sehingga Toma pun terdorong mundur dengan darah di sekeliling mulutnya akibat hantaman telak yang diterimanya. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, sang lawan langsung meloncat ke depan wajah Toma lalu menganyunkan kaki kanannya, menendang telak pelipis Toma yang masih tercengang akibat pukulan sebelumnya. Suara benturan antara sepatu si penendang dan pelipis Toma terdengar nyaring membuat beberapa penonton yang menyaksikan perkelahian itu mengeluarkan ekspresi wajah kesakitan seakan mereka yang terkena tendangan. Satu orang dari mereka langsung berlari ke arah perkelahian begitu melihat Toma terjatuh lemas, diikuti dengan beberapa orang lain yang juga berlari ke arah Toma, mengecek kondisinya yang tak sadarkan diri. Tidak ada yang menghiraukan lawan dari Toma, sang pemenang hanya memperhatikan orang-orang yang berusaha menyadarkan Toma sambil membersihkan seragamnya yang kotor sehabis berkelahi. Pemuda itu memalingkan badannya dan berjalan meninggalkan lawannya yang sudah berhasil dikalahkannya. Penonton segera memberi jalan kepada pria itu, pria yang kini sedang tersenyum lebar dengan congkaknya karena berhasil mengalahkan orang terkuat di angkatannya. Pria itu bernama Hernandez.

Advertisements